Pada kegiatan rutin keputrian di
sekolah kami, kemarin pada tanggal 11-11-11 sempat membahas mengenai
materi ini. Semoga tidak hanya penyampaian di dunia nyata, tapi di dunia
maya juga kita tetap bergerak. Terima kasih Sang Maha Pemberi Inspirasi
dan penulis. Selamat menyimak ikhwahfillah.
###
Marilah
kita bertaqwa kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya, seperti
yang disampaikan dalam Al Qur’an : "Yaa ayuhaladzinaa ammanu taqullaha
haqotuqotihii wa laa tamutunaa ilaa wa antum muslimuun. “Hai orang-orang
yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan
janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan beriman.” (QS. Ali Imran: 102)
Arti
taqwa itu sendiri adalah melaksanakan semua perintah Allah dengan tulus
ikhlas dan menjauhi segala larangan dengan penuh tawadhu. Wujud taqwa
salah satunya adalah memiliki pemahaman bahwa sesama muslim adalah
saudara Oleh karena itu menyakiti dan mencaci maki orang muslim adalah
dosa besar. Sifat ini tercela dan merupakan ciri-ciri orang munafik.
Muslim
satu dan lainnya adalah saudara ibarat satu tubuh. Salah satu bagian
tubuh dicubit, maka yang lainnya ikut merasakan sakit. Persaudaraan
muslim sudah diikat dengan dua kalimat syahadat, yaitu kesaksian dan
pengakuan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah
Rasul Allah. Semua muslim menyatakan demikian, artinya terdapat kesamaan
dan keseragaman pandangan hidup maupun akidah. Karena itu, sebenarnya
muslim itu satu saudara. Tetapi umat muslim seringkali menjadi
terpecah-belah, semua itu akibat ulah dari orang-orang munafik.
Orang
munafik tidak pernah menghiraukan bahwa sesama muslim tidak boleh
menyakiti, baik melalui cacian, tindakan, menyebar isu bohong dan
sebagainya.
Fasik adalah perilaku yang bertolak belakang antara
lahiriah dan hatinya. Itulah orang munafik, sebab yang ditampakkan
terasa indah, yang disimpan dalam hati terasa busuk.
Sebagai
muslim hendaknya sadar betul, bahwa menggunjing aib dan kesalahan
sesama muslim itu dilarang. Meskipun orang itu benar-benar berbuat dosa,
maka kita tidak boleh menceritakan pada orang lain. Menceritakan
kejelekan orang lain, padahal nyatanya buruk, berarti membuka aib
seseorang.
Apabila kita melihat seorang muslim melakukan
dosa atau kesalahan, kemudian kita mencacinya, maka sikap kita itu
bukanlah mencerminkan pribadi muslim. Seperti yang ditulis dalam
Al-Qur`an QS. Al Ahzab ayat 58
“Dan orang-orang yang menyakiti
orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, tanpa kesalahan
yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan
dan dosa yang nyata.”
Sesama muslim adalah saudara, sesama
muslim tidak boleh menyakiti, baik melalui cacian, tindakan, menyebar
isu bohong dan sebagainya. Menceritakan kejelekan orang lain, padahal
nyatanya buruk, berarti membuka aib seseorang, dan orang yang membuka
aib saudaranya sendiri diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya
sendiri.
Marilah kita untuk selalu menjauhkan sifat menyakiti dan
mencaci maki sesama muslim terutama dalam kehidupan sehari-hari. Semoga
Allah SWT senantisa memberikan petunjuk bahwa yang benar itu adalah
benar dan kita diberikan kekuatan untuk melaksanakannya, dan Allah SWT
juga memberikan petunjuk sesuatu yang salah itu memang salah dan kita
diberi kekuatan untuk menghindarinya.
“Sesiapa yang
menutup aib saudara muslimnya maka Allah akan menutup aibnya di akhirat”
(HR. at-Tirmidzi dan disahihkan oleh Al-Albani)
“Seorang
Muslim itu saudara bagi Muslim yang lain. Dia tidak menganiayanya dan
tidak pula membiarkan dia teraniaya. Siapa yang menolong keperluan
saudaranya maka Allah akan menolong keperluannya pula. Siapa yang
menghilangkan kesusahan seorang Muslim, Allah akan menghilangkan
kesusahannya di hari kiamat. Dan siapa yang menutup keaiban seorang
Muslim, maka Allah SWT akan menutup keaibannya di hari akhirat.” (HR.
al-Bukhari)
Wakurabigfir warham wa-anta Khoirurohimin.






4 komentar:
Krn umat islam banyak yg salah menafsirkan ayat2 dan hadis yg tdk boleh membuka aib sesamanya inilah yg mengakibatkan bnyak umat islam bebas mrnebar aib dan dosa krn ditutupi oleh sdrnya ,hingga tdk malu berbuat dosa ,akhirnya korupsi merajalela ,bahkan dilakukan oleh ustaz
manusia gak akan lput dr salah dan dosa lbih baik qt berintrospeksi dri bukan malah mengumbar aib org,mkanya sesekali bercermin
Alangkah baiknya apabila kita mengetahui terlebih dahulu makna dr kata "Muslim" sehingga kita bisa lebih mengerti dan memahami kata "Muslim" itu sendiri.
Apakah ada perbedaan antara Muslim dan Islam?
Dalilnyakan tdk boleh membuka aib orang yg beriman sesama muslim.tapi klu aibnya org yg topengnya aja islam alias munafik sy rasa wajib dibuka aibnya.krn klu tdk dibuka bkl merugilan orang lain lagi.
Posting Komentar